Pengertian Power Supply, Fungsi, Cara Kerja, dan Jenisnya

Power supply merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah perangkat komputer atau laptop. Sesuai namanya, hardware satu ini memiliki peran untuk memberikan suplai daya. Mengingat setiap perangkat membutuhkan daya untuk bisa hidup dan dijalankan, maka setiap perangkat harus memiliki komponen satu ini. Apa pengertian power supply?

Pengertian Power Supply

Komponen power supply bisa Anda temukan pada casing komputer yang pada umumnya berbentuk persegi. Fungsi utamanya adalah sebagai penyuplai daya ke perangkat komputer. Agar bisa menggerakkan perangkat elektronik, maka power supply membutuhkan sumber listrik yang nantinya diubah menjadi energi.

Power supply menyuplai daya ke Hardisk, Motherboard, DVD Drive, Heatsink, dan komponen lainnya dalam sebuah komputer. Pada umumnya power supply sudah menggunakan jumlah output yang lebih dari 450 Watt dan minimal yang dipakai adalah 600 W.

Beberapa komponen ini ada yang sengaja dibuat untuk komputer dengan spesifikasinya tinggi seperti komputer untuk gaming. Tujuannya agar aman dari tegangan rendah. Power supply ini nantinya akan mengubah arus AC menjadi DC untuk kemudian diubah menjadi energi atau daya sesuai kebutuhan komponen lain pada sebuah perangkat.

Fungsi

Seperti disinggung sebelumnya, fungsi utama power supply adalah untuk memberikan suplai tegangan dan arus listrik pada rangkaian elektronik agar perangkat bisa bekerja sesuai fungsinya. Dengan kata lain, power supply merupakan sumber daya yang menyalurkan listrik ke semua bagian perangkat.

Arus listrik dari power supply akan dialirkan ke komponen atau hardware lain pada komputer dengan arus searah (DC). Sedangkan arus listrik yang masuk berupa arus bolak-balik (AC). Sehingga fungsi lain dari power supply ini adalah untuk mengubah arus AC menjadi DC.

Setelah sumber arus bolak-balik diubah menjadi searah, kemudian akan di-supply ke komponen-komponen lain yang ada di dalam casing komputer. Mulai dari motherboard, hard disk, kipas/fan, CD room, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Rangkaian Power Supply Sederhana yang Bisa Anda Coba

Cara Kerja

Saat power pada perangkat dinyalakan, power supply akan memeriksa dan melakukan tes terlebih dahulu sebelum menjalankan sistem komputer. Jika berjalan dengan baik, maka sinyal atau power good akan dikirim ke mainboard oleh power supply sebagai tanda bahwa sistem pada komputer siap beroperasi.

Catu daya atau power supply kemudian akan membagi daya sesuai kapasitas yang dibutuhkan masing-masing komponen. Power supply juga memiliki peran untuk menjaga stabilitas arus listrik pada setiap komponen dalam komputer tersebut.

Power supply memiliki peran penting seperti halnya CPU atau otak komputer. Jika ada masalah pada bagian ini, maka otomatis akan terjadi gangguan aliran daya pada komponen komputer lainnya.

Jenis-jenis Power Supply

Power supply terdiri dari banyak jenis dan dibagi ke dalam beberapa kategori. Berikut ini beberapa di antaranya:

Power Supply Berdasarkan Tipe Penggunaan

Berdasarkan tipe penggunaannya, power supply dibagi ke dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Power Supply AT (Advanced Technology)

Power Supply AT

Jenis power supply AT merupakan yang pertama kali digunakan pada perangkat komputer tipe Pentium II dan II sekitar tahun 1997. Untuk saat ini, power supply AT bisa dibilang sudah tidak banyak digunakan lagi apalagi pada perangkat versi terbaru.

Terdapat beberapa ciri dari power supply jenis ini yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • Cara mematikan power supply harus secara manual saat komputer di-shutdown karena tombol power ON/OFF terhubung dengan casing komputer
  • Memiliki daya di bawah 250 watt
  • Terdapat 8 – 12 terminal output yang dihubungkan pada motherboard komputer

2. Power Supply ATX (Advanced Technology Extended)

Power Supply ATX

Jenis ini merupakan pembaruan dari tipe sebelumnya AT. Desainnya lebih komplek dan sumber pasokan listrik yang didapatkan juga lebih efisien. Power supply ATX banyak digunakan pada komputer generasi terbaru yang pengoperasiannya bisa dikontrol melalui software terpasang di komputer.

Desain power supply ATX semakin canggih sehingga memungkinkan pengguna untuk mengatur beberapa mode seperti mode siaga, mode tidur, dan mode ketika komputer dimatikan. Berikut ini ciri-ciri power supply ATX yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • Daya yang dipakai lebih besar
  • Power supply akan mati sepenuhnya ketika perangkat di-shutdown
  • Terdapat 20 – 24 terminal output yang dihubungkan dengan motherboard

3. Power Supply BTX

Power Supply BTX

Power supply seri BTX memiliki dua jenis kabel power yakni kabel sata yang memiliki 15 pin dan kabel power dengan 24 poin yang mengarah ke motherboard. Jika dibandingkan dengan power supply jenis lainnya, seri BTX lebih efisien dari segi penggunaan daya. Berikut ini ciri-ciri yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Saat komputer di-shutdown, maka secara otomatis power supply akan ikut mati
  • Efisiensi daya jauh lebih baik dibandingkan tipe lainnya
  • Daya listrik yang dimiliki jauh lebih besar sehingga cocok untuk komputer khusus seperti desain, gaming, 3D, dan lainnya
  • Memiliki dua macam kabel yang mengarah ke motherboard

Power Supply Berdasarkan Rancangan

Power supply juga diklasifikasikan berdasarkan rancangannya. Berikut ini jenis-jenisnya:

1. Power Supply Eksternal

Power Supply eksternal

Jenis power supply eksternal didesain secara terpisah dari motherboard. Contohnya seperti charger HP dan charger laptop. Catu daya eksternal dikenal juga dengan istilah stand online. Contohnya seperti adaptor laptop dan charger handphone.

2. Power Supply Internal/Built In

Sesuai namanya, power supply internal didesain agar terintegrasi secara langsung dengan motherboard atau papan rangkaian induk. Pemasangannya menyatu dengan motherboard di dalam casing perangkat. Anda pun tidak dapat melihat power supply secara langsung dan hanya kabel listriknya saja yang bisa dilihat dari luar. Contohnya seperti televisi, amplifier, monitor komputer, atau DVD player.

Power Supply Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan klasifikasi fungsinya, power supply dibedakan menjadi tiga jenis sebagai berikut:

1. Adjustable Power Supply

Power supply jenis ini memiliki tegangan atau arus yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan perangkat melalui Knob Mekanik.

2. Unregulated Power Supply

Jenis power supply satu ini memiliki tegangan atau arus yang dapat berubah saat sumber listrik atau bebannya juga mengalami perubahan.

3. Regulated Power Supply

Fungsi power supply satu ini adalah untuk menjaga kestabilan arus dan tegangan listrik meskipun terjadi variasi atau perubahan pada sumber listrik (tegangan dan arus input).

Power Supply Berdasarkan Metode Konversi

Kategori ini terdiri dari dua jenis berikut:

1. Power Supply Linier

Jenis ini dapat mengkonversi tegangan listrik dari input secara langsung. Tipe ini akan semakin handal kinerjanya jika temperatur semakin tinggi. Selain itu, perlu magnetis 60 Hz yang notabene lebih mahal dan besar untuk tingkat daya lebih tinggi. Efisiensi kenaikan temperatur untuk tipe linear umumnya hanya 25% – 50%.

2. Power Supply Switching

Berbeda dengan jenis linear, tipe ini harus mengkonversi tegangan input ke DC atau AC terlebih dahulu. Namun, tingkat efisiensi kenaikan temperatur lebih tinggi yakni antara 65% – 85%. Selain itu, rancangannya dapat diandalkan meskipun dalam temperatur kerja yang lebih dingin. Harganya terbilang lebih murah dibandingkan tipe linear.

Power Supply Berdasarkan Jenisnya

Jenis catu daya bisa dibedakan lagi ke dalam beberapa macam seperti berikut ini:

1. DC Power Supply

DC Power Supply

Tipe DC menyediakan arus listrik dan tegangan dalam bentuk Direct Current (DC). Terdapat dua polaritas tetap untuk bebannya, yakni negatif dan positif. Selain itu, ada dua jenis DC Supply yang perlu Anda ketahui, yaitu:

2. AC to DC

AC to DC

Tipe satu ini memiliki fungsi untuk mengubah tegangan listrik AC agar menjadi DC sesuai kebutuhan peralatan elektronik. Di dalamnya terdapat transformator untuk menurunkan tegangan, kapasitor untuk menyaring, dan dioda untuk menyearahkan.

3. Linear Regulator

Tipe linear regulator memiliki fungsi untuk mengubah tegangan DC yang bergelombang menjadi stabil atau konstan. Jenis ini biasanya digunakan untuk menurunkan tegangan DC Input.

4. AC Power Supply

AC Power Supply

Power supply jenis ini berfungsi untuk mengubah taraf tegangan AC ke tegangan lainnya. Contohnya, AC 220V diturunkan menjadi 110V ke peralatan elektronik yang membutuhkan tegangan sebesar 110VAC. Berlaku juga sebaliknya dari AC 110V menjadi 220V.

5. Switch-Mode

Switch-Mode

Jenis catu daya satu ini langsung menyaring dan menyearahkan tegangan AC agar tegangan DC bisa didapatkan untuk kemudian di-ON dan OFF pada frekuensi tinggi. Sehingga arus AC yang dihasilkan bisa melewati transformator untuk frekuensi yang tinggi.

6. High Voltage

High Voltage

Jenis ini dapat menghasilkan tegangan yang tinggi bahkan hingga ribuan volt. Biasanya digunakan pada alat-alat yang membutuhkan tegangan tinggi seperti X-ray.

7. Uninterruptible

Uninterruptible

Tipe ini disebut juga dengan istilah UPS di mana terdapat dua sumber listrik di dalamnya yakni berupa baterai dan input AC. Ketika listrik dalam keadaan normal atau hidup, tegangan AC akan mengisi baterai serta menyediakan arus listrik untuk beban. Namun, ketika terjadi masalah atau tegangan mati, baterai akan beralih fungsi sebagai penyedia tegangan untuk alat elektronik yang dikaitkan.

8. Programmable

Programmable

Jenis power supply ini harus dikendalikan oleh Remote Control melalui interface Input Analog maupun digital agar dapat mengoperasikan perangkat.

Komponen

Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, power supply membutuhkan beberapa komponen pendukung. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Dioda

Dioda

Disebut dioda karena memiliki dua gabungan kata yakni katoda dan anoda. Dioda memiliki sifat untuk menghambat arus pada aliran tegangan balik dan menghantarkan arus pada tegangan maju.

2. Transformator

Transformator

Komponen satu ini memiliki fungsi untuk memindahkan tenaga listrik melalui induksi elektromagnetik antar dua rangkaian listrik atau lebih.

3. LED

LED

LED atau lampu indikator ini merupakan komponen tambahan karena fungsinya adalah sebagai indikator yang menunjukkan bahwa power supply sedang bekerja. Daya yang dibutuhkan pada lampu LED ini cenderung lebih kecil.

4. IC Regulator

IC Regulator

Fungsi dari IC Regulator adalah untuk mengatur tegangan pada rangkaian elektronika agar tetap stabil.

5. Resistor

Resistor

Resistor merupakan komponen yang dapat membantu menurunkan tegangan, membatasi arus listrik yang masuk, dan membagi tegangan. Sehingga power supply bisa menjalankan fungsinya sebagai pengontrol perangkat-perangkat keras yang terdapat pada motherboard.

Dengan memahami pengertian power supply, jenis, cara kerja, serta komponennya, maka Anda akan lebih paham bagaimana komponen ini bekerja pada sebuah perangkat.

Baca Juga : Rangkaian Power Supply Sederhana yang Bisa Anda Coba

About Devi Murti

Check Also

Tingkatan Prosesor AMD

11 Tingkatan Prosesor AMD dari Awal Sampai yang Terbaru

Ketika hendak membeli sebuah laptop, salah satu spesifikasi yang penting diperhatikan adalah prosesor. Seperti yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *